Agama Pendidikan dan Kompleksitas Perubahan
JUDUL:
Agama, Pendidikan dan Kompleksitas Perubahan
PENULIS:
Dr. H. Moh. Sulhan. M.Ag
SINOPSIS:
Menafsirkan Islam diantara Chaos dan Kompleksitas merupakan realitas baru, merupakan cara pandang baru, bagi sudut pandang Islam dalam melakukan peran strategis dalam kesejarahannya. Tepatnya, Islam berbasis realitas, tafsir baru atas Islam dimana dalam pembacaan Islam dilihat berkait langsung dengan relitas yang melingkupinya. Islam tak cukup dibaca hanya dengan Alquran dan Hadis, tetapi juga melihat kontek dan realitas yang muncul dengan sejarah kehidupan masyarakat yang dihadapi. Menilai Islam membutuhkan pemahaman dan argumen yang lebih komprehensif. Tak dapat diabaikan realitas yang tersebar dalam Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Pemikiran Islam, Sosiologi Islam, Filsafat Islam, Tasawuf, Hukum Islam, Psikologi dan Teologi Islam. Mengabaikan dari salah satu realitas di atas hanya akan membawa kekerdilan dan menggiring pada kejumudan. Islam akan kehilangan relevansi dan peran strategisnya dalam sejarah kehidupan manusia.
Tuntutan progresivitas Islam pada prinsipnya merupakan gugatan atas ketidak sanggupan dan ketidak berdayaan umat Islam dalam merespon realitas dan dilema sosial yang dihadapi. Sehingga "dilema sosial " yang tak disentuh oleh agama ini menjadi lepas dari perhatian. Apalagi muncul anggapan bahwa realitas itu bukan persoalan agama. Ini akan menggiring orang apatis pada agama dan akhirnya "Islam gagal menjadi agama yang sanggup menyelesaikan masalah realitas" yang sedang terjadi di dalam kehidupan umatnya. Masalah-masalah seperti korupsi, kemiskinan, trafficking, bencana, krisis lingkungan, diskriminasi dan kekerasan pada minoritas, adalah persoalan agama.