JUDUL:
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK BERBASIS BERNALAR KRITIS (RKNK)
PENULIS:
Dianasari, M.Pd.
Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A.
Prof. Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M.Pd.
Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed.
SINOPSIS:
Buku Model Pembelajaran Resolusi Konflik Berbasis Bernalar Kritis (RKNK) menyajikan sebuah model pembelajaran inovatif yang dirancang untuk memperkuat sikap toleransi peserta didik sekolah dasar melalui pengintegrasian kemampuan bernalar kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Buku ini merupakan luaran penelitian disertasi yang berangkat dari realitas masih seringnya konflik sosial terjadi di lingkungan masyarakat dan sekolah, serta belum optimalnya pembelajaran dalam membekali peserta didik dengan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif don damai.
Model RKNK memposisikan konflik bukan sebagai perilaku yang harus dihindari, melainkan sebagai sarana pembelajaran bermakna untuk melatih peserta didik berpikir rasional, empatik, dan berkeadilan. Model ini dikembangkan dengan mengintegrasikan teori resolusi konflik, teori bernalar kritis, dan teori toleransi ke dalam satu kerangka pedagogis yang sistematis dan aplikatif.
Secara operasional, model RKNK terdiri atas lima sintaks pembelajaran, yaitu mengidentifikasi fakta konflik, mengklarifikasi informasi korifiik, menginterpretasi konflik, mengklasifikasi alternatif penyelesaian, dan mengambil keputusan resolusi konflik secara, adil dan toleron. Melalui tahapan tersebut, peserta didik dilatih membedakan fakta, opini, dan asumsi, memahami berbagai sudut pandang, mengevaluasi konsekuensi pilihan, serta memilih solusi kontlik yang menghargai perbedaan dan berlandaskan nilai Pancasila.
Buku ini memuat landasan konseptual dan empiris pengembangan model, panduan implementasi pembelajaran, serta hasil uji coba dan evaluasi efektivitas model RKNK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RKNK berpotensi meningkatkan kemampuan bernalar kritis sekaligus memperkuat sikap toleransi peserta didik melalui pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual.