TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK CAIR: Pemberdayaan Masyarakat untuk Produksi Pertanian
JUDUL:
TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK CAIR: Pemberdayaan Masyarakat untuk Produksi Pertanian
PENULIS:
Yuhanin Zamrodah, Palupi Puspitorini, Rima Dewi Oriza Sativa, Jeka
Widiatmanta, Eko Wahyu Budiman, Tri Endrawati, Luhur Aditya Prayudhi,
Army Dita Serdani , Tri Kurniastuti, Devita Dwi Agustin
SINOPSIS:
Buku ini mengkaji secara sistematis pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai sumber bahan baku pupuk organik cair dalam kerangka pembangunan pertanian berkelanjutan. Latar belakang utama yang diangkat adalah meningkatnya ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis yang berdampak pada degradasi kualitas tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Di sisi lain, limbah rumah tangga yang terus meningkat belum dikelola secara optimal sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan yang signifikan.
Buku ini menawarkan pendekatan alternatif berbasis teknologi sederhana melalui proses fermentasi limbah organik menjadi pupuk organik cair. Limbah seperti sisa makanan, sayuran, dan kulit buah diidentifikasi memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang esensial bagi pertumbuhan tanaman. Dengan memanfaatkan mikroorganisme efektif, proses dekomposisi dapat dipercepat sehingga menghasilkan pupuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemupukan, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kualitas tanah dan keberlanjutan sistem pertanian.
Secara konseptual, buku ini mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah dan produksi pertanian. Limbah rumah tangga diposisikan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna ekonomi, bukan sekadar residu yang harus dibuang. Dengan demikian, pemanfaatan limbah sebagai bahan baku pupuk organik cair tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Aspek pemberdayaan masyarakat menjadi fokus penting dalam buku ini. Produksi pupuk organik cair tidak hanya dilihat sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan, masyarakat didorong untuk mengembangkan keterampilan dalam mengelola limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Hal ini sejalan dengan pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Buku ini sangat relevan sebagai referensi akademik maupun praktis dalam bidang pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam konteks pengembangan teknologi tepat guna di tingkat lokal.