JUDUL:
We Lanae
PENULIS:
Khaerun Nisa’a Tayibu
SINOPSIS:
Di Sungai Walanae, seekor buaya tidak hanya sekadar hewan,melainkan penjaga keramat yang lahir dari kisah pengorbanan dua saudara kembar. La Bajang dan We Lanae. Dari pertarungan mereka melawan raksasa, lahirlah sebuah sungai yang menyelamatkan desa dari kekeringan.
Cerita ini menyingkap bahwa keberanian dan cinta keluarga mampu melampaui rasa takut dan menumbuhkan harapan baru. Namun, dongeng ini juga menyimpan pertanyaan bagi kita. Mengapa masyarakat Bone hingga kini meletakkan sesajen di tepi sungai? Untuk siapa persembahan itu diberikan, dan apa maknanya bagi hubungan manusia dengan alam? Kisah “Sungai Walanae” bukan hanya dongeng anak, melainkan undangan bagi guru dan orang tua untuk mengajak anak berpikir kritis tentang tradisi, alam, dan nilai kehidupan yang diwariskan leluhur.